Renungan Pertumbuhan: Tuhan, sumber pertumbuhan, melakukan yang terbaik bagi kita

 

Pertumbuhan adalah sebuah ciri kehidupan. Kehidupan yang sehat adalah yang bertumbuh dengan sehat. Hal ini berlaku bagi pertumbuhan dan kesehatan fisik, namun juga berlaku bagi kondisi kejiwaan kita. Dan kita perlu bertanya bagaimanakah kondisi pertumbuhan jiwa kita? Siapa yang paling berperan dalam pertumbuhan itu? Renungan ini, yang diambil dari Yesaya 5:1-4 mencoba membahas siapa yang paling berperan dalam pertumbuhan kita.

Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur.  2 Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.  3 Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu.  4 Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam? (Yesaya 5:1-4)

Ayat 1-2 adalah sebuah nyanyian puitis tentang seorang pribadi yang disebut sebagai ‘Kekasihku’, yang adalah seorang pemilik kebun anggur. Sang pemilik telah melakukan yang terbaik untuk kebun anggurnya, yang dilakukannya dalam bentuk:

  • Memilih lereng bukit yang subur: Tanah yang digunakan adalah tanah yang berbukit-bukit, seperti yang umum terlihat di daerah palestina, dan Sang Pemilik memilih sebuah lereng bukit yang kaya dengan zat-zat yang dibutuhkan untuk bertumbuh dan menghasilkan buah.
  • Mencangkuli dan membuang batu-batu: Membuang batu adalah proses mengumpulkan batu-batu yang tersebar di tanah yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman, yang pekerjaan penting di daerah Palestina yang cukup berbatu. Batu-batu yang dikumpulkan bisa dijadikan pagar untuk perlindungan.  Sebaliknya menghancurkan pagar dan membiarkan batu-batu berserakan adalah tanda keinginan untuk merusak tanah tersebut (Sebagai contoh, lihat 2 Kings 3:19, 25)
  • Menanami dengan pokok anggur pilihan: Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, dicarilah benih-benih unggulan yang terbukti memberikan hasil yang terbaik
  • Mendirikan mengara jaga: Menara Jaga dibutuhkan sebagai tempat bagi para penjaga yang melindungi kebun itu dari pencuri dan perampok
  • Menggali lubang tempat memeras anggur: Sebagai antisipasi hasil yang diharapkan, tempat pemerasan anggur dibutuhkan sebagai pemrosesan akhir.
  • Menanti dengan antusias: Setelah mempersiapkan semua yang terbaik, maka Sang Pemilik pun menantikan hasil yang diharapkannya terbaik juga.

Namun ternyata semua kerja keras itu menjadi hal yang sia-sia, karena ternyata hasilnya bukan seperti yang diharapkan. Buah anggur yang dihasilkan rasanya asam, sama saja dengan buah anggur yang tumbuh liar tanpa dipelihara dengan sungguh-sungguh. Ayat 3 memperlihatkan bahwa Tuhan, yang adalah Sang Pemilik, merasa kecewa, karena setelah melakukan segalanya untuk kebun anggur tersebut, ternyata hasilnya sangatlah mengecewakan. Dan sepertinya Ia kehilangan akal, tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.

Kebun anggur itu melambangkan Israel dan Yehuda yang ternyata tidak dapat menghasilkan buah seperti yang diharapkan Tuhan, Sang Pemilik. Ternyata buah yang dihasilkan sama dengan buah yang dihasilkan oleh orang-orang lain yang tidak mendapat pemeliharaan yang terbaik. Karenanya ayat-ayat selanjutnya dari pasal ini menggambarkan bagaimana Tuhan akan melakukan tindakan terakhir, yaitu menghukum orang Israel dan Yehuda karena ketidakmampuan mereka untuk menghasilkan yang baik.

Yesus pun menggunakan perumpamaan yang mirip (Matt. 21:33–41; Mark 12:1–9; Luke 20:9–16) untuk menggambarkan Tuhan sebagai Pemilik kebun anggur yang dikecewakan. Karenanya kita bisa percaya bahwa ini adalah penggambaran yang universal akan Tuhan sebagai Pemilik dunia ini yang telah melakukan yang terbaik agar ciptaan-Nya, dalam hal ini manusia, dapat menghasilkan yang terbaik pula. Dan sejak Kejadian 3 sampai sekarang, jelas bahwa manusia lebih banyak mengecewakan Tuhan.

Apa yang bisa kita pelajari dari bagian Firman ini?

Beberapa prinsip yang kita dapatkan adalah:

  • Tuhan adalah sumber dan inisiator pertumbuhan. Tuhan-lah yang pertama-tama merancang ciptaan dan ada tujuan yang diharapkan dari penciptaan itu. Bahkan ketika manusia telah jatuh dalam dosa, Tuhan tetap sebagai inisiator rekonsiliasi dan keselamatan. Dan Tuhan, sumber segalanya, adalah juga sumber pertumbuhan kita.
  • Tuhan melakukan yang terbaik bagi manusia dan ciptaan. Ketika menciptakan manusia, Tuhan sudah mempersiapkan segala sesuatu supaya manusia mendapat tempat dan fungsi yang terbaik. Manusia diperlengkapi dengan fasilitas yang terbaik untuk menjalankan misi Tuhani, yaitu sebagai pengelola bumi. Dan bahkan setelah kejatuhan manusia dalam dosa pun, Tuhan terus melakukan semua hal yang terbaik bagi pertumbuhan manusia. 
  • Manusia diharapkan bertumbuh dan menghasilkan buah yang terbaik. Semua yang kita lakukan dalam dunia ini akan mendapatkan kendali mutu (quality control) dari Tuhan, yang akan menyatakan apakah bagaimana kualitas kehidupan kita.

Pemahaman yang kuat akan kebenaran ini penting bagi pertumbuhan rohani dan hubungan kita dengan Tuhan. Ada banyak orang yang tidak bisa menikmati keintiman dengan Tuhan karena tidak mempercayai prinsip-prinsip di atas. Sering orang merasa bahwa merekalah yang paling memegang peranan dalam hidup. Kita berusaha untuk merancang perjalanan hidup kita agar sesuai dengan harapan, dan kita mengira dalam proses itu  kita telah bertumbuh dengan baik. Padahal Tuhan sendiri yang akan menilai kualitas kehidupan kita. Jika anda sedang hidup dengan pemahaman seperti ini, anda perlu belajar menyerahkan kendali hidup kepada Tuhan, dan belajar berserah penuh kepada-Nya.

Bagi orang-orang  yang sedang menderita, sering muncul pemikiran yang mempertanyakan maksud dan tujuan Tuhan. Karena mata kita tertuju pada masalah yang sedang menghimpit, kita jadi meragukan kebaikan Tuhan. Padahal ada jaminan bahwa Tuhan sedang bekerja secara maksimal untuk kebaikan kita. Bahwa hasilnya terasa tidak enak bahkan membawa penderitaan merupakan pertanyaan yang wajar dan membutuhkan perenungan lebih lanjut. Namun kita akan lebih sejahtera melewati penderitaan dan masalah ketika kita tetap percaya bahwa maksud Tuhan baik dan Ia sedang bekerja dengan maksimal untuk kebaikan kita. Jika anda sedang bergumul dengan pemikiran ini, anda perlu bertobat dari keragu-raguan dan dakwaan kepada Tuhan, melepaskan semua pikiran yang tidak benar tentang Tuhan, dan menerima kasih, kuasa dan kebenaran-Nya. 

Orang yang membutuhkan pemahaman tentang hal ini juga adalah mereka yang melewati hidup ini tanpa memikirkan tujuan hidup. Tuhan memiliki tujuan ketika menciptakan dunia ini, manusia dan juga kita. Dan Tuhan akan memastikan bahwa tujuan-Nya tercapai. Penting bagi kita untuk memahami apa tujuan Tuhan bagi dunia ini secara umum, dan bagi kita secara khusus. Hidup pun akan semakin bermakna ketika kita percaya apa yang kita lakukan sesuai dengan kehendak Pencipta kita. Jika anda sedang hidup apa adanya, atau semua gue, anda perlu datang pada Tuhan dan meminta agar Ia menyatakan apa kehendak-Nya yang khusus bagi anda. Nantikan Tuhan menyatakan panggilan-Nya dengan cara yang paling baik bagi anda.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda sudah hidup bersama Tuhan, sumber pertumbuhan itu. Apakah anda sudah melakukan yang terbaik bagi Dia, dan mengalami pertumbuhan dan produksi buah-buah yang terbaik?  Mari bersama-sama bertumbuh dengan bergantung kepada Tuhan, sumber pertumbuhan.

 

About these ads

One thought on “Renungan Pertumbuhan: Tuhan, sumber pertumbuhan, melakukan yang terbaik bagi kita”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s