Ketaatan kepada Allah

Ketaatan adalah suatu tema yang sangat penting, karena Allah menuntut ketaatan dari orang-orang yang mengaku percaya kepada-Nya. Artikel ini mencoba memaparkan pentingnya ketaatan bagi orang percaya.

Mengapa kita membutuhkan ketaatan?

Ketaatan akan memberi arah dalam kehidupan. Kita hidup dalam dunia yang sudah dirusak oleh dosa dan kejahatan. Kita sebenarnya bingung dalam mengambil keputusan karena terjadi konflik kepentingan dan keinginan dalam diri kita. Namun dengan mengambil keputusan untuk taat kepada Tuhan, kita secara sadar membatasi diri untuk mengambil keputusan yang benar dalam menjalani kehidupan.

Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. (Pengk 12:13)

Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya. (Mzm 25:10)


Ketaatan akan melindungi kita dari marabahaya
. Allah memberi kita peraturan dengan dua prinsip:

  • Peraturan ada untuk melindungi –

Siapa berpegang pada perintah, memelihara nyawanya, tetapi siapa menghina firman, akan mati. (Ams 19:16)

Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. (1 Yoh 2:17)

  • Peraturan ada untuk memberkati –

Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu. Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!  (Yes 1:19)

Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati (Mzm 119:2)


Ketaatan akan membawa kita semakin dewasa
. Ketaatan juga dibutuhkan karena tugas-tugas berubah sementara kedewasaan bertambah. Kita tidak menjalani kehidupan yang statis, namun kehidupan yang terus berubah, baik secara eksternal maupun di dalam diri kita sendiri. Seperti seorang anak yang bertumbuh besar dan memiliki tanggung jawab yang baru sebagai orang yang lebih dewasa, demikian juga orang percaya akan memiliki tanggung jawab yang semakin besar sejalan dengan pertumbuhannya. Dibutuhkan ketaatan untuk mau menjalani kehidupan yang diubahkan ini.

Ketaatan tanda kita mengasihi dan mengenal  Allah. – seperti juga Yesus taat kepada Bapa karena Ia mengenal dan mengasihi Allah.

Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. (Yoh 15:10)

Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, (1Yoh 5:3)

Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. (1 Yoh 2:3)

Ketaatan akan membuahkan hasil yang sangat baik dalam hidup kita

dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. (1Yoh 3:22)

Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, (Mzm 103:17)

Ketaatan yang bagaimana?

  • Ketaatan dalam segala segi kehidupan. Sering orang memilih-milih untuk taat hanya dalam hal-hal tertentu saja. Namun Tuhan menginginkan agar kita mau menyerahkan segala areal kehidupan kita agar sesuai dengan rencana—Nya mula-mula. Untuk itu dibutuhkan ketaatan dalam seluruh aspek kehidupan kita.

Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. (Yak 2:10)

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. (Mat 5:19)

  • Ketaatan yang bersumber Firman Tuhan dan tuntunan Roh Kudus
  • Ketaatan yang berasal dari pergumulan kita dengan Allah

Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, (1Pet 1:14)


Sumber ketaatan

Kita belajar taat kepada Allah melalui pemahaman kita akan kehendak-Nya. Masalahnya kita tidak selalu yakin mengetahui apa yang menjadi kehendak Allah bagi kehidupan kita. Kehendak Allah bisa dinyatakan lewat:

  • Perintah Alkitab, yang telah dipahami dengan cara-cara yang sehat dan kudus
  • Roh Kudus – yang memberi kita pemahaman dan bimbingan
  • Orang yang memiliki otoritas – seperti pemimpin, mentor, ayah rohani dll.
  • Teman-teman – yang merupakan komunitas orang-orang kudus
  • Kondisi/Situasi – yang memberi kesempatan kepada kita untuk memberi tanggapan yang sesuai kehendak Allah

Tugas bagi orang yang mau dan sedang bertumbuh

  • Mencari tahu akan kebenaran dan peraturan Allah yang akan memberi kita hidup
  • Berserah akan Yesus sebagai Tuhan
  • Mengikuti Yesus dalam tiap-tiap hari
  • Mengatasi masalah dengan karakter yang sudah diubahkan akan ketaatan kepada Allah

Pertanyaan renungan:

  • Seberapa rindukah kita untuk taat kepada Allah?
  • Apakah kita terbiasa untuk taat kepada Allah dalam beberapa areal kehidupan saja?
  • Seberapa sulit bagi kita untuk mau taat kepada Allah?
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s