Pembelajaran orang dewasa: Ciri-ciri

Orang dewasa memiliki karakteristik tersendiri yang menyebabkan pola pembelajaran yang diberikan kepada orang dewasa seharusnya memiliki perbedaan dengan pembelajaran anak-anak. Kita perlu mempelajari ciri apa saja dan apa implikasinya dalam pembelajaran orang dewasa. Artikel ini merupakan rangkuman dari Downs, Perry G., “Adult: An Introduction” dalam buku Christian education: foundations for the future

Tidak ada garis pembatas yang jelas dalam masyarakat modern yang memberi indikasi kapan seorang pribadi menjadi orang dewasa. Pada beberapa masyarakat primitif, pembatas tersebut bisa berupa ritual inisiasi yang mengantar seseorang pada masa kedewasaan. Biasanya masa dewasa dimulai pada awal duapuluhan (yang ditandai dengan beberapa peristiwa penanda) dan berlanjut sampai akhir hidup.

Masa dewasa adalah masa yang mengalami perubahan dan melewati tahap-tahap  dan pola perkembangan juga dan tidaklah statis seperti yang disangka oleh banyak orang selama ini. Pola yang dapat diprediksi dalam kehidupan orang dewasa secara struktur sosial:

  • Duapuluhan – memiliki ciri keyakinan yang besar
  • Tigapuluhan – sering memiliki keragu-raguan, dan mempertanyakan banyak keputusan hidup mereka
  • Empat puluhan – memiliki ciri akan rasa ketergesaan yang dalam
  • Lima puluhan – memiliki ciri penerimaan diri
  • Setelah enam puluhan – potensi hikmat dan kekudusan dinyatakan dalam kedalaman yang lebih besar

Karakteristik orang dewasa adalah:

  • Konsep diri orang dewasa berubah, dari seseorang yang tergantung menjadi mengatur diri sendiri
  • Orang dewasa memiliki sejumlah pengalaman dan pemahaman yang semakin banyak, yang berfungsi sebagai sumber daya pembelajaran yang kaya
  • Kebutuhan untuk belajar akan lebih banyak berorientasi pada tugas perkembangan dari peran sosial
  • Perspektif orang dewasa dalam menggunakan pengetahuan berubah dari penerapan yang tertunda menjadi penerapan segera

Implikasinya dalam pembelajaran orang dewasa:

  • Perlu ada lingkungan yang aman bagi orang dewasa untuk bisa belajar
  • Perlu ada diagnosa tentang kebutuhan dan tujuan yang diharapkan bersama dari suatu proses pembelajaran
  • Perlu ada interaksi dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran
  • Perlu ada kepekaan bagaimana menyusun suatu program pembelajaran yang efektif, yang memikirkan bagaimana cara orang dewasa belajar, dan diorganisasikan untuk memaksimalkan keinginan dan kemampuan orang dewasa dalam belajar.

About these ads

20 thoughts on “Pembelajaran orang dewasa: Ciri-ciri”

  1. seseorang dikatakan dewasa ketika dia tau akan jati dirinya, yaitu memiliki pasangan yang pas, dan ketika dia berhasil dalam pendidikan akdemiknya. Seorang dewasa berumur 21th ke atas, tapi seorang dewasa belum tentu seorang yang berkepribadian yg matang. Dikatakan seorang yg matang adalah ketika dia punya kecerdasan intelegensi dan kecerdasan emosional yg baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s